Danau yang merupakan kebanggaan warga kota Ende ini merupakan salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing maupun dalam negeri. Dengan warna danau yang sering berubah-ubah menjadi daya tarik tersendiri, karena warna yang muncul sering kali membuat decak kagum para pengunjung.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Pada Mei 1997 terjadi perubahan warna, Tiwu Ata Polo dari sebelumnya cokelat maupun hijau tua menjadi merah hati, Tiwu Ata Mbupu dari cokelat tua dan hitam berubah menjadi hijau kecokelatan, sedangkan Tiwu Nua Muri Koo Fai dari biru, maupun hijau muda berubah menjadi putih telur asin. Kejadian itu lalu dikait-kaitkan sebagai tanda perubahan besar kejadian tahun 1998 lengsernya Presiden Soeharto.
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Danau Kelimutu ini pertama kali ditemukan oleh Van Such Telen,warga Belanda keturunan Lio, pada tahun 1915. Keindahan Danau Kelimutu semakin terkenal setelah dilukis oleh Y. Bouman dalam tulisannya pada tahun 1929. Sejak saat itu banyak wisatawan asing mulai datang untuk menikmati keindahan danau kelimutu. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga para peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.
Selain keindahan danau, kita juga akan menikmati keindahan alam lainnya seperti hutan cemara dan pegunungan yang ada disekitarnya. kita juga bisa menikmati matahari terbit dan tenggelam dari atas gunung kelimutu. Udara disana juga sangat bersih dan nyaman, sangat baik untuk anda yang ingin menghilangkan rasa stress. Kita bisa merasakan dan mendengar suara angin diantara pohon-pohon cemara yang sangat menenangkan hati. Sungguh anda tidak akan menyesal jika berkunjung ke danau kelimutu.
Disana anda juga bisa melihat dan membeli tenunan khas masyarakat setempat. Sangat cantik. Sangat cocok sebagai oleh-oleh untuk orang yang anda sayangi.
Di danau kelimutu juga terdapat tanaman perdu yang di dunia hanya ada di danau kelimutu, yaitu tanaman Begonia Kelimutuensis atau oleh warga setempat menyebutnya Uta Onga. Namun sayang, tanaman ini sekarang banyak yang dicuri. Kasus pencurian ini sendiri terjadi mulai bulan juli 2008 ketika media mulai mempublikasikan tanaman ini sebagai spesies baru. Pencurian terhadap tanaman sejenis perdu ini banyak dilakukan dilokasi arboretum, tak jauh dari kawah danau kelimutu.
Selain Uta Onga, juga terdapat jenis tumbuhan lain yang memiliki kekhasan tersendiri sebagai tanaman endemik di TN Kelimutu, yakni dengan bahasa setempat biasa disebut turuwara (Rhododendron renschianum).
Rhododendron Renschianum
Dengan banyaknya keunikan yang terdapat di danau kelimutu, diharapkan pihak Balai Taman nasional Kelimutu dan warga setempat juga para pengunjung bisa menjaga dan melestarikan alam di danau kelimutu dan sekitarnya.Kami tunggu anda di Danau kelimutu.....



Mantaplah ade, tapi kok ga diceritain tentang tempat pemberian makan monyet-monyet itu sih? Atau para monyet itu udah tergusur dari Kelimutu ya?
BalasHapus